4 Pesona Menarik dari Desa Wisata Gamplong 

Jika kamu pergi ke Sleman, tepatnya Kecamatan Moyudan, maka akan menemukan desa wisata bernama Gamplong yang warganya ahli menenun. Hasil kerajinan Desa Wisata Gamplong yang berupa kain tenun biasa digunakan untuk membuat stagen, lurik, gorden, serbet dan dompet.

Ternyata, budaya menenun di Desa Gamplong dimulai sejak tahun 1950-an dan masih awet sampai sekarang. Pesona Gamplong sebagai desa wisata bukan hanya kain tenunnya tetapi juga wisata edukasi dan sejarah.

4 Pesona Desa Wisata Gamplong Yogyakarta 

Gak akan menyesal kalau kamu melancong ke Desa Gamplong. Alasannya, ada 4 hal istimewa berikut yang bakal lihat selama di sana:

  • Pusat Kerajinan Tenun yang Masih Manual

Keahlian menenun yang diwariskan secara turun menurun memang berhasil dilestarikan oleh warga Gamplong. Terbukti, banyak produk yang dihasilkan dari kain tenun indah buatan mereka.

Saat menjejakan kaki di desa wisata tersebut, kamu akan disapa oleh suara khas dari mesin tenun manual. Dijamin seru melihat langsung proses pembuatan helaian benang yang ditenun menjadi lembaran kain khas yang cantik.

Asyiknya lagi, kamu juga bisa menjajal menenun kain dan hasil karyanya boleh dibawa pulang. Gak usah sungkan selama belajar menenun karena warga di sana terkenal ramah dan sabar memberi arahan.

Kegiatan menenun dilakukan hampir setiap hari karena banyak banget pesanan yang masuk. Para pengunjung sering memborong kain sekaligus sebagai oleh-oleh khas Gamplong.

Selain karena harganya yang lebih murah dibanding harga pasaran, kain yang dibuat juga bisa dipesan sesuai permintaan. Jadi, kain yang motif dan warnanya kamu dambakan, bakal diwujudkan oleh para pengrajin handal di Gamplong.

Selain lembaran kain, kamu bisa membeli kain tenun yang sudah disulap menjadi barang siap pakai, misalnya dompet dan aksesoris.

  • Pusat Edukasi Kain Tenun dan Produk Ekonomi Kreatif

Menenun kain gak dilakukan secara asal-asalan karena ada ilmunya. Kabar baiknya, kamu bisa mempelajari cara menenun kain ketika berkunjung ke Desa Gamplong. Para pengrajin di sana memang sudah lama membuka kelas pelatihan menenun untuk umum.

Jadi, nanti kamu akan diajari cara kerja alat tenun manual dan teknik-teknik dalam menenun benang menjadi lembaran kain. Pusat pelatihan di Gamplong juga memberi wawasan tentang sejarah industri tenun di Indonesia.

Dengan belajar menenun dan mengetahui seluk beluknya, dijamin rasa bangga akan budaya Indonesia semakin bertambah.

Ada lagi nih, program keren yang ada di Desa Gamplong yaitu pelatihan usaha mikro dan tips berbisnis dengan mengandalkan kreativitas. Cocok banget buat kamu yang punya jiwa bisnis tapi masih butuh banyak ilmu dan inspirasi.

Program semacam ini memang sering dikembangkan oleh Pemerintah di desa-desa wisata Indonesia. Sebab, selain meningkatkan potensi pariwisata, tujuan desa wisata adalah memberdayakan masyarakat dan membuka lapangan usaha baru. Hebat, kan?

  • Adanya Studio Alam Bersuasana Tahun 1600-an 

Sejak dibangun studio alam pada 2018 silam, Desa Gamplong semakin populer terutama di kalangan wisatawan yang gemar hunting foto. 

Studio alam Desa Wisata Gamplong tadinya merupakan tempat syuting film Sultan Agung dan Bumi Manusia yang diproduksi oleh sutradara kondang, Hanung Bramantyo. Selesai digunakan, studio tersebut kemudian dibuka untuk umum sebagai tempat wisata.

Lokasinya keren, lo. Kamu akan melihat bangunan ikonik pada tahun 1600-an seperti rumah Jawa Kuno dari anyaman bambu, Keraton Mataram, replika sungai Ciliwung, benteng Batavia, pendopo dan Kampung Pecinan.

Asyiknya lagi, kamu bisa melihat gambaran stasiun kereta api zaman kolonial Belanda lengkap dengan trem uapnya yang khas. Pokoknya, seolah-olah Desa Gamplong punya area perkotaan sendiri di tengah desa.

Lelah menjelajah, studio alam ini menyediakan camilan dan minuman di kafe yang bangunannya khas era kolonial.

Bukan berarti bernostalgia karena rindu dengan masa penjajahan, ya. Setting seperti itu memang sengaja dibuat untuk keperluan syuting. Justru, kamu bisa mengenang masa kelam dan membayangkan betapa keras perjuangan para leluhur untuk bisa merdeka.

  • Berdiri Museum Bumi Manusia

Siapa nih pencinta novel ‘Bumi Manusia’ yang dikarang oleh Pramoedya Ananta Toer? Kalau kamu termasuk salah satunya, maka wajib banget datang ke Desa Gamplong.

Sebab, ada Museum Bumi Manusia di desa wisata tersebut. Sebelum dijadikan museum, bangunan dimanfaatkan sebagai rumah tokoh Annelies Mellema dan Nyai Ontosoroh selama syuting film dengan judul yang sama.

Bangunanya punya tampilan yang cantik dan interior yang unik. Suasana di sekitar rumah terasa asri karena ditumbuhi pepohonan hijau dan halaman rumput yang lapang.

Museum Bumi Manusia pertama kali dibuka untuk umum pada tahun 2019. Sampai sekarang, museum tersebut ramai dikunjungi wisatawan dan dijadikan tempat berkumpul para penggemar cerita ‘Bumi Manusia’.

Gamplong jelas punya daya tarik besar sebagai desa wisata. Destinasi liburan yang cocok kalau kamu mencari paket lengkap mulai dari wisata sejarah, edukasi hingga alam pedesaan yang asri.