Cerita Saya Bersama Paket Umroh Lombok dari Fitour International

Ada satu percakapan sederhana yang memicu semuanya. Suatu malam, setelah shalat Isya, ayah saya bilang, “Nak, kalau ada rezeki tahun ini, ayah ingin sekali berangkat umroh.” Kalimat itu pelan, tapi menancap dalam hati saya. Sejak saat itu, saya mulai serius mencari informasi tentang paket umroh lombok yang bisa dipercaya, aman, dan tentu saja nyaman untuk orang tua saya.

Awalnya saya bingung, karena banyak sekali biro umroh di luar sana. Brosur bertebaran, iklan memenuhi media sosial. Tapi hati saya bilang, saya harus pilih yang benar-benar ngerti kebutuhan jamaah dari NTB. Nggak lama, saya mendengar nama Fitour International dari seorang teman pengajian. “Kalau mau cari travel umroh terpercaya dari Lombok, coba Fitour,” katanya.

Saya pun mulai mencari tahu lebih dalam.

Kenalan Pertama dengan Fitour

Saya membuka website resmi Fitour, lalu melihat dokumentasi keberangkatan jamaah sebelumnya. Wajah-wajahnya sangat familiar, orang-orang Lombok dan NTB. Ada yang dari Sumbawa, ada yang dari Praya, ada juga ibu-ibu dari Bima. Rasanya dekat sekali. Saya lanjut scroll dan menemukan informasi lengkap tentang program, jadwal, dan tentu saja berbagai pilihan paket yang mereka sediakan.

Saya kemudian ikut hadir di acara manasik mereka di Mataram. Suasananya hangat, tidak kaku, lebih mirip pengajian keluarga besar ketimbang seminar. Di situ, ustadz pembimbing menjelaskan tata cara ibadah umroh dengan sabar, menggunakan bahasa yang sederhana. Tim Fitour pun selalu mendampingi, bahkan membantu jamaah lansia yang agak kesulitan mengikuti simulasi.

Proses Daftar yang Mudah dan Ramah

Setelah yakin, saya mendaftarkan ayah dan ibu untuk keberangkatan berikutnya. Dari awal, tim Fitour membantu mengurus semua dokumen—paspor, vaksinasi, hingga checklist perlengkapan. Mereka tahu banyak jamaah dari kampung yang belum terbiasa dengan administrasi, jadi mereka benar-benar mendampingi langkah demi langkah.

Saya merasa lega, karena orang tua saya bisa berangkat dengan tenang. Dan saya pun ikut mantap karena tahu, mereka berangkat bersama rombongan dari tanah sendiri.

Hari Keberangkatan dari Lombok

Hari itu suasana bandara penuh haru. Jamaah berkumpul sejak pagi, keluarga mengantar dengan doa dan pelukan. Tim Fitour hadir lebih awal, menyambut semua jamaah dengan senyum. Mereka membantu mengatur koper, mengecek dokumen satu per satu, dan memberi arahan teknis dengan sabar.

Saya lihat banyak wajah yang awalnya tegang berubah jadi lebih rileks. Bahkan ayah saya yang biasanya cemas saat bepergian jauh terlihat lebih tenang. “Karena ada mereka, bapak yakin insyaAllah semua lancar,” katanya sambil tersenyum.

Pengalaman di Tanah Suci

Sesampainya di Madinah, semua terasa teratur. Hotel dekat masjid, jadwal jelas, dan ustadz pembimbing selalu hadir memberi arahan. Ibu saya cerita, setiap kali mereka selesai shalat berjamaah, ustadz sering mengajak merenung sejenak, mengingatkan bahwa setiap langkah di Tanah Suci adalah ibadah.

Di Mekkah, momen thawaf pertama jadi pengalaman luar biasa. Ayah sempat merasa lelah, tapi tim Fitour dengan sigap mendampinginya, memastikan beliau tetap nyaman. Jamaah dibagi dalam kelompok kecil supaya tidak ada yang tercecer.

Yang paling saya kagumi adalah bagaimana mereka menjaga komunikasi dengan keluarga di Lombok. Kami di rumah selalu dapat update melalui grup WhatsApp—foto kegiatan, kabar kesehatan jamaah, bahkan voice note ustadz pembimbing. Rasanya seperti ikut hadir, meski tidak ikut berangkat.

Pulang dengan Hati Baru

Saat orang tua saya pulang, wajah mereka berbeda. Lebih damai, lebih sabar, dan lebih sering tersenyum. Mereka bercerita banyak tentang pengalaman di Raudhah, tentang shalat di Masjidil Haram, dan tentang suasana kebersamaan di rombongan.

Ayah bilang, “Kalau Allah kasih umur panjang, bapak mau berangkat lagi. Dan kalau bisa, tetap dengan Fitour.” Itu jadi bukti paling kuat bagi saya, bahwa layanan Fitour bukan sekadar janji, tapi nyata dirasakan jamaah.

Kenapa Harus Mulai dari Fitour?

Kalau kamu sekarang sedang cari informasi tentang paket umroh lombok, saya sarankan mulai dari sini:
Fitour International

Di sana ada informasi lengkap tentang jadwal keberangkatan, program khusus untuk lansia atau keluarga, hingga dokumentasi jamaah dari NTB. Semuanya jelas, transparan, dan mudah dipahami. Bahkan kalau kamu baru pertama kali ingin umroh, tim Fitour akan membimbing dengan penuh kesabaran.

Refleksi

Perjalanan ini mengajarkan saya banyak hal. Umroh bukan sekadar ibadah, tapi juga pengalaman spiritual yang bisa mengubah hati. Dan untuk menjalaninya, kita butuh teman perjalanan yang tepat. Fitour sudah membuktikan diri bukan sekadar biro perjalanan, tapi pendamping spiritual yang tulus.