Panduan Penanganan Benih

 

Benih merupakan hasil pertanian yang mudah mengalami kerusakan oleh karena faktor lingkungan dan juga hama. Benih yang tidak disimpan dengan baik akan menyebabkan kerusakan pada benih yang mengakibatkan pada penurunan kualitas benih.

Perlindungan benih akan membantu melindungi benih dari kerusakan setelah masa panen sampai penyimpanan dan akhirnya benih tersebut didistribusikan. Berikut ini adalah panduan penanganan benih untuk memberikan perlindungan benih yang baik.

Masa panen benih

Masa panen benih sangat berpengaruh terhadap perlindungan benih agar dapat bertahan lama selama penyimpanan. Waktu panen yang tepat akan membantu mempertahankan kualitas benih yang akan disimpan.

Waktu yang tepat untuk memanen benih adalah pada saat benih telah mencapai tahap dewasanya. Ciri atau tanda yang dapat diamati pada benih yang telah dewasa yaitu melalui warna buah, benih atau lapisan hitam yang terbentuk dapat dijadikan indikator untuk menguji keoptimalan dari kedewasaan benih.

Warna benih

Warna benih yang telah siap untuk dipanen yaitu berkisar mulai dari warna hijau hingga kuning atau coklat yang menunjukkan tingkat kematangan benih.

Benih kedelai memiliki rentang warna mulai dari hijau sampai kuning-hijau atau kuning. Ketika benih telah mencapai warna tersebut, maka benih siap dipanen.

Cara membersihkan benih

Kebersihan benih juga menjadi faktor utama dalam memberikan perlindungan benih yang baik. Kebersihan benih dapat dilakukan dengan cara manual maupun menggunakan mesin. Jika proses pembersihan benih dilakukan dengan mesin, maka mesin atau peralatan yang digunakan harus dibersihkan sebelum dan setelah digunakan.

Pemisahan dari debris

Tahap pertama pembersihan benih yaitu dengan melakukan pemisahan debris. Tahap ini memberikan perlindungan terhadap benih dengan cara menyingkirkan material yang tidak diperlukan dari benih yang dapat memicu pertumbuhan mikroba dan jamur.

Gunakan pengayak dengan berbagai ukuran mesh untuk mengeliminasi ukuran debris yang terlalu besar maupun terlalu kecil. Proses ini perlu dilakukan dengan cara mengembalikan benih yang berukuran kecil kembali ke tumpukan benih.

Pemantauan terhadap kerusakan akibat serangga dan fungi

Perlindungan terhadap benih tidak terlepas dari keberadaan serangga dan juga fungi atau jamur yang mudah tumbuh pada benih dan mengakibatkan kerusakan mutu benih. Pemantauan terhadap serangga dan fungi dapat dilakukan dengan cara meletakkan benih secara tersebar pada permukaan bidang datar yang berwarna kontras dan kemudian amati apakah ada tanda dari infestasi serangga.

JIka benih terdapat jamur atau serangga, maka sebaiknya benih diisolasi dan kemudian keringkan benih hingga mencapai kadar air yang rendah di dalam kontainer tertutup dengan tambahan silica gel untuk mencegah persebaran fungi atau serangga di masa mendatang.

Benih yang telah terinfeksi oleh serangga dapat disimpan di dalam freezer selama seminggu untuk membunuh serangga dan juga telur-telurnya sebelum kemudian memindahkan benih ke dalam tempat penyimpanan yang seharusnya.

Pemantauan terhadap berbagai bentuk kerusakan mekanis

Benih yang baru dipanen harus dilakukan sortasi terhadap kualitasnya dengan mengecek apakah ada kerusakan fisik yang diakibatkan selama proses pemanenan benih.

Pemantauan terhadap benih akan memberikan perlindungan benih yang lebih baik hingga proses penyimpanan benih, karena kualitas fisik benih telah dipastikan terlebih dahulu sebelum disimpan.

Anda dapat melakukan pengamatan terhadap kerusakan mekanis benih dengan pengamatan secara langsung. Caranya yaitu dengan menaburkan benih pada permukaan bidang datar yang berwarna kontras dan selanjutnya amati apakah terdapat kerusakan fisik atau terdapat benih yang kosong. Pisahkanlah benih yang kosong dan rusak dari benih yang baik.

Analisis kemurnian

Kemurnian benih menunjukkan tingkat kebersihan benih yang akan memberikan jaminan yang lebih tinggi terhadap perlindungan benih (seed protection) ketika disimpan nantinya. Selama proses analisis kemurnian, setiap fraksi benih dari sampel yang diuji dipisahkan dari materi inert.

Nilai kemurnian dihitung dengan menggunakan formula atau rumus yaitu berat murni benih dalam satuan gram dibandingkan dengan total berat dari sampel dalam satuan gram dikalikan 100%.

Pengeringan benih dengan metode oven

Perlindungan benih dapat dilakukan dengan melakukan pengeringan menggunakan oven. Metode pengeringan dengan oven merupakan cara akurat untuk menentukan kandungan air di dalam benih.

Namun, metode pengeringan dengan oven ini bersifat merusak benih, sehingga hanya digunakan hanya dalam keadaan yang mendesak saja. Dengan mengetahui kandungan air di dalam benih, maka Anda dapat memberikan perlindungan benih yang lebih baik karena kerusakan benih akibat pertumbuhan jamur dan mikroba dapat dicegah sedini mungkin.

Kegunaan pengeringan benih

Pengeringan benih berperan dalam memberikan perlindungan terhadap benih dengan cara menjaga kadar kelembaban benih tetap berada pada level yang aman untuk mencegah benih dari kerusakan akibat proses pemanasan dan juga infestasi hama selama penyimpanan.

Waktu pengeringan benih

Perlindungan terhadap benih dengan cara mengeringkannya harus dilakukan dengan menggunakan waktu pengeringan yang tepat agar tidak merusak benih.

Pengeringan benih harus dilakukan segera setelah benih diterima untuk menghindari kerusakan benih seiring berjalannya waktu.

Penting untuk memastikan agar benih tidak diletakkan pada tempat yang gelap dan lembab melainkan pada tempat yang memiliki aerasi yang baik dan suhu yang dingin untuk menghindari aktivitas dari mikroorganisme yang aktif pada suhu panas.

Batas pengeringan benih

Perlindungan benih dengan cara pengeringan juga harus memperhatikan batas pengeringan yang dilakukan.

Pengeringan bertujuan untuk menekan kadar air di dalam benih agar berada pada batas tertentu yang aman bagi benih dari kerusakan akibat pertumbuhan mikroorganisme merugikan.

Kadar air di dalam benih setelah proses pengeringan yang disarankan adalah pada kisaran 3%-7% untuk benih dengan karakteristik penyimpanan yang rendah (mudah rusak ketika disimpan) seperti benih minyak misalnya.

Sedangkan kadar air untuk benih dengan karakteristik penyimpanan yang baik adalah pada kisaran 7%-11% yaitu seperti kelompok serealia misalnya.

Kandungan air kritis

Kandungan air kritis atau critical moisture content adalah batas terbawah yang bisa dicapai untuk mereduksi kandungan air di dalam benih.

Kandungan air di dalam benih yang berada pada level kritis tersebut akan bermanfaat dalam memberikan perlindungan benih yang lebih tinggi karena umur simpan benih menjadi lebih bertahan lama karena kadar air di dalamnya sangat rendah.

Namun, pada kondisi kandungan air yang kritis, benih dapat mengalami kerusakan fisik seperti pecahnya selaput benih yang terjadi akibat pengeringan yang dilakukan secara terus-menerus atau berlebihan.